Rabu, 16 September 2015

5th OF JILAAN FADIYA ANGGRAINI


Jilaan...
Sudah 5 tahun ya..
Tak terasa,sudah 5 tahun aku melahirkanmu Jilaan ..
Kelahiran yang ditunggu,sebab tak jua keluar menghirup oksigen yang telah terpolusi..
Mengantarkanmu kedalam kehidupan nyata yang lebih dahsyat dan luar biasa..
Kehidupan yang mengantarkanmu tumbuh dewasa tanpa seorang ibu disisimu..
Kehidupan yang pahit dan berat yang akan mengajarkanmu arti kegigihan,kesabaran,keikhlasan dan ketegaran..
Yang memberimu kenyataan bahwa hidup ini berjalan atas ijin Allah SWT,mengajarkanmu untuk tidak mengeluh,tidak merungut apalagi menyalahkan pihak lain yang telah membuatmu hidup dengan cara yang berbeda dengan orang lain...
Jangan pernah menyerah kepada keadaan yang mungkin orang lain memandang sebelah mata nak,sebab ibu tahu,Engkau terlahir sempurna dan akan selalu menyempurnakan akhlakmu..
Doa yang tak pernah putus ini akan menjadi perisai,yang akan melindungimu dan menghangatkanmu,membantumu mengarungi gelombang diantara deru debu dan gemuruh badai..
Tak perlu takut,tak perlu iri dan tak perlu merendahkan dirimu diantara setiap lingkungan barumu..yang jauh lebih menyakitkan,sudah pernah kita alami berdua..
Tak perlu menganggap berat setiap masalahmu,sebab Allah SWT memberikan ujian sesuai kemampuan kita..sudah sesuai porsinya,dengan menu yang telah disesuaikan dengan kemampuan mencerna kita.
Harus kuat nak..harus mampu berdiri kokoh,seperti apa yang ibu lakukan saat ini...
Sebab jika selangkah kau menyerah,maka tak akan pernah kau temui arti dan makna dari rasa syukur dalam hidupmu..
Bersabarlah sayang,esok,lusa,tahun depan,5 tahun,10,50 atau bahkan saat ibu meregang nyawa,suatu saat kita pasti bertemu kembali..
Suatu saat naluri ibu dan anak akan membawamu kedalam pelukan ibu..
Jadi,jika belum tiba masanya,tetaplah berdoa dan berusaha tanpa memaksakan kehendakNYA.
Jangan pernah memaksakan kehendak Allah,melainkan dengan doa dan ikhtiyar terikhlas dari hatimu sayang...

Selamat Hari Lahir yang ke 5 putri keduaku..
Segala doa terbaik terpanjatkan untukmu sayang..dan hanya Allah SWT dan ibu saja yang tahu...

Selasa, 31 Maret 2015

AKU MASIH SEORANG IBU

Aku masih seorang ibu..
Meski tak seorang anak pun aku peluk, ya aku tetaplah seorang ibu.
Aku yang mengandung mereka,menjadikannya bagian dalam hidupku,satu raga dua nyawa.
Aku yang membawa mereka kesana kemari dengan kedua kakiku yang mulai rapuh.
Berbagi darah yang sama, berbagi sari- sari makanan yang sama, berbagi oksigen dan perasaan hati yang sama. Dan itu sudah kodratku menjadi seorang ibu.

Aku masih seorang ibu..
Meski hanya dengan doa aku memiliki mereka.
Mereka prajurit kecilku yang selalu aku doakan kebahagiaanya.
Meski hanya dengan mimpi aku bisa memilikinya..mereka tetaplah buah hatiku,darah dagingku dan sebagian perpanjangan nyawaku.

Tak peduli seberapa terjal jalan yang pernah aku lalui untuk mengantarkan kalian kesebuah tempat yang jauh lebih baik,aku tetaplah seorang ibu untuk kalian..
Yang meninggalkan bekas di setiap pusar kalian,sebagai bukti kebersamaan kita selama 9 bulan 10 hari..
Tak peduli apa kata orang lain yang dengan nyinyirnya merasa paling sempurna karena mampu memeluk buah hati mereka..aku tetaplah seorang ibu bagi kalian.
Tak peduli hinaan dan cacian miring dibelakangku, aku tetaplah seorang ibu yang pernah melahirkan kalian.

Aku masih seorang ibu..
Meski hanya dengan harapan,aku merasa memelihara jiwa raga kalian..
Meski banyak orang berkata,aku tak pantas menjadi seorang ibu untuk kalian bertiga..namun aku masih seorang ibu.
Saat canda dan tawa setiap anak kecil disekitarku menimbulkan kegaduhan,itulah caraku mencari keramaian seolah aku mendengarkan kegaduhan dan keributan kalian berebut mainan.

Aku masih seorang ibu..
Meski aku tak tahu seberapa besar badan kalian, seberapa pandai akhlak dan budi pekerti kalian..tapi seorang ibu dengan doa tulusnya akan selalu mendoakan yang terbaik diantara yang paling baik untuk anak - anaknya..
Aku masih seorang ibu untuk kalian anakku..

Aku masih seorang ibu..
Yang telah memperjuangkan kehidupan kalian agar dapat menikmati keindahan dan pahit getirnya kehidupan.
Agar kalian tahu dan faham, seperti apakah jalan yang pernah aku lalui untuk menghadirkan kalian, sehingga kalian dapat mencari pahala sebanyak- banyaknya.

Aku masih seorang ibu untuk kalian..
Dan aku akan sabar menanti hari,dimana kita nanti akan dipertemukan. Dimana titian hati itu akan menuntun kalian,serta membawa kalian kembali kedalam pelukanku..
1 tahun, 5 tahun, 10 tahun atau mungkin di penghujung nafasku.. aku tetap menanti kalian.. menanti dekapan hangat kalian.. menanti jemari yang dulu pernah aku genggam erat satu persatu, hingga aku akan beristirahat dengan tenang. Tanpa beban karena pernah melepaskan kalian.

Ya...aku yang pernah melahirkan kalian dan menjadikan kalian sosok yang tegar dan kuat meski tanpa belaianku..aku masih seorang ibu untuk kalian..
Tuhan yang membelai dan memeluk kalian dengan kekuatan atas cinta yang ibu berikan melalui doa- doa sederhana yang luar biasa...

Anakku yang tercinta..
♥ alm. Ullaika S Nuraina
♥ Jilaan Fadiya
♥ Jibran Raziq

Jumat, 06 Maret 2015

Saat Aku Kehilangan Putri Kecilku

                    Ullaika Salwa Nuraina
          (03 Oktober 2008 - 27 Februari 2012)

Gadis kecil nan cantik itu sudahlah pulang.
Aku yang mengantarkannya hingga di ujung jalan sana.
Melepaskan ia untuk kembali pulang dengan derai air mata, ya..ia putri sulungku yang sehat dan lincah.

Aku tak pernah secuilpun berfikir,bahwa ia akan berpulang dengan sebegitu cepatnya.
Hingga waktu 3.5 tahun itu terlewati dengan sangat cepatnya.
Dan 3 tahun sudah aku menjalani hidup tanpanya disisiku,hanya dengan kenangannya saja yang tetap hidup dalam sanubariku.
Ullaika,gadis cantik dengan mata yang selalu berbinar.

Tuhan..
Ijinkanlah hambamu ini meneteskan air mata walau hanya sedetik saja. Bukan air mata berat untuk melepaskannya, namun air mata kerinduan yang akan Engkau sampaikan kepadanya.
Tetes air mata yang penuh dengan doa, doa terbaik seorang ibu kepada buah hatinya.
Ibu melepasmu dengan doa nak.. dan akan selalu hangat dengan pelukan doa ibu, ibu tidak khawatir sayang, sebab ibu tahu..disana kau sudah berbahagia dan bergembira di dalam surga.

Gadis kecil yang baik hati ini meninggalkan jutaan kenangan yang sudah menyatu dalam setiap aliran darahku.
Ia yang selalu menyambutku dengan tawa.
Tawa dan tangis seorang balita.
Akhh..kenapa air mata ini terus saja mengalir..terus saja menganak sungai..membasahi ujung bantalku..
Mulai kehilangan lagi kah..?
Kehilangan sandaran hati..? Kehilangan separuh nyawa..? Kehilangan detak jantung..?
Aku mulai tak mampu menahan emosi jiwaku..

Gadis kecilku.. betapa rindu ini menusuk hatiku.. ia mengoyak lapisan hati ini.. hati yang sempat ia singgahi.
Tuhan.. andai saja semua yang ada dimuka bumi ini tak akan musnah, hancur menguap, mengkikis, membusuk, mati dan menghilang.. mungkin aku masih bersamanya..meski aku dikepung ribuan derita.
Setidaknya aku memiliki kekuatan dahsyat dari prajurit-prajurit kecilku.
Namun,dengan sadar aku memahami..bahwa segala yang ada dimuka bumi ini adalah milikMU Tuhan..
Bahwa semua yang ada dimuka bumi ini adalah pinjaman. Sebuah fasilitas kehidupan yang tak kekal.
Apa yang aku miliki adalah pinjaman dariMU..bahkan nafas dengan oksigen ini adalah pinjaman tanpa syarat dariMU.
Lantas, pantaskah aku mengeluh..
Pantaskah aku menahan sesuatu untuk tetap menjadi milikku, sementara Sang Pemilik mesti mengambilnya di saat yang sudah ditentukan..?
Aku kembalikan Tuhan.. aku kembalikan segalanya hanya kepadaMU dengan ikhlas dan lapang dada.

Terima kasih telah menjadi bagian dalam cerita kehidupanku anakku..
Terima kasih telah melengkapi skenario Tuhan dalam hidup ini.
Aku jadikan kebersamaan waktu dengannya sebagai kesempatan langka yang hanya sekali terjadi dalam hidupku.
Kesempatan langka yang khusus aku nikmati. Aku bersyukur, pernah mengalami kesempatan langka itu, meski dalam jangka waktu yang pendek.
Aku bersyukur, sebab aku beruntung, pernah mengandung,melahirkan, dan merawat bidadari surga nan cantik dan jelita.

Terima kasih Tuhan.. segala nikmat hidup dariMU aku anggap sebagai rahmatmu,untuk menjadikanku wanita yang lebih baik di jalanMU.
Hingga akhir waktuku nanti..aku akan sabar menanti hari dimana aku akan dipertemukan dengan putra putriku..
Aamiin yaa rabb..


         ♥Kehilangan Mustika♥


Kamis, 05 Maret 2015

Tiga Tahun Lalu

3 tahun lalu di rumah sakit..mempertahankan sebuah kehidupan baru..
Setelah beberapa hari kepulangan alm ullaika..
Mempertahankan apa yang sebenarnya aku sudah tahu,bahwa yang aku perjuangkan itu,tidak akan menjadi milikku sepenuhnya.
Yahh..karena aku ikhlas..
Aku memberikan apa yang tercipta dari sebagian jiwa ragaku..karena aku tahu,mereka terlahir untuk menjadi penerang dalam gelapmu. Menjadi penuntun dalam perjalananmu yang sudah tidak muda lagi.
Menjadi pembenaran dalam setiap kekhilafanmu.
Sebagian orang akan serakah saat memegang sebatang lilin ditengah kegelapan..tak akan peduli dengan yang lainnya yang tanpa penerangan.
Tapi tidak..tidak bagiku.
Aku tidak serakah. Aku nyalakan lilin dan kemudian aku berikan untukmu. Sementara aku diam dalam kegelapan,aku sabar,aku ikhlas. Dan kemudian Allah mengirimkan seseorang untuk menemaniku. Meski gelap,tapi aku tidak sendiri. Aku ada teman untuk berbagi.
Lilin-lilin kecil yang kuberikan untukmu itu bukanlah tanpa syarat..sebab kau bertanggung jawab di dunia dan akherat untuk menjaganya.
Adakah wanita seikhlas aku yang kau jumpai diluar sana..?
Aku berikan apa yang aku miliki,agar kau juga merasa mempunyai. Tidak kosong. Tidak sendiri. Dan kau hanya perlu bersyukur atas kerelaanku melepas lilin kecilku.
3 tahun yang lalu aku terbaring dirumah sakit.
Beberapa hari setelah kepulangan putri kecilku..
Mempertahankan apa yang sebenarnya aku sudah tahu,bahwa yang aku perjuangkan itu,tidak akan menjadi milikku sepenuhnya.

Selasa, 03 Maret 2015

Mereka, Separuh Hidup Dan Matiku

Ullaika Salwa Nuraina (03 Oktober 2008 - 27 Februari 2012)
Jilaan Fadiya Anggraini (15 September 2010)
Jibran Raziq Bandealit (12 Juli 2012)

Mereka..kakak beradik,adalah buah hatiku,sebagian dari hidupku yang sempat kelam.
Mereka,yang menjadikanku sosok seorang ibu yang dengan ikhlas menerima takdirnya.
Mereka,yang terlahir dan tumbuh dari jiwa yang luka.
Mereka,yang kini bukan milikku lagi.

Tak ada seorang ibu'pun di dunia ini yang tak menyayangi buah hati yang dilahirkannya,sama halnya dengan aku.
Setelah berbagi darah yang sama,berbagi sari makanan yang sama,berbagi oksigen dan nafas kehidupan yang sama..dua nyawa dalam satu raga dan kini harus terpisah.
Demi Tuhan aku menyayangi mereka,dengan jiwa kelam pun ku pertahankan jiwa raga untuk dapat melahirkannya..mengijinkannya menikmati air susuku..

Mereka yang terlahir dalam sebuah ketidak berdayaan,kerapuhanku dan keputus asaanku..namun aku menyayanginya..
Hingga Tuhan meringankan segala penderitaanku dengan menjemput putri sulungku.
Dan aku mengikhlaskannya pergi,merelakannya kembali surga,merelakannya diasuh bidadari surga.
Tanpa rasa sakit,tanpa kepedihan,tanpa penderitaan di dunia.
Aku sungguh mengikhlaskannya yang pernah terkepung oleh ambisi makhluk Tuhan yang lainnya...

Pergilah sayang..pergilah nak,ibu mengantarkanmu dengan doa,ibu memelukmu dengan bisikan hangat setiap masa,pulanglah dengan tenang nak..bidadari dan malaikat akan senantiasa menjaga dan membimbingmu,memberi kesabaran untukmu untuk menanti pertemuan kita..
Ibu telah merelakan kepergianmu sayang..

Kupertahankan hidup untuk kelanjutan perjuangan kedua buah hatiku yang lain.
Segalanya aku hadapi dengan hati yang mungkin telah mati.
Meski disetiap sakit aku mengobati diriku dengan doa..
Bertahanlah sayang,kalian prajurit kecilku.
Bertahanlah dengan tempaan keras yang akan membuat hidup kalian menjadi lebih kokoh dan takkan melebur.
Meski pada akhirnya kita berjuang masing-masing..
Dan kemudian kita terpisahkan..kita terpisah jarak dan waktu..dengan ruang yang tak tentu posisinya..

Mereka sayang..mereka yang memisahkan jalinan kasih sayang antara ibu dan anaknya..Mereka sayang,yang dengan sombongnya menghina dan mencacj maki aku,ibu kalian ini,setelah bertahun-tahun mereka sakiti lahir dan batinku..batin ibumu,ibu yang mengandung dan melahirkanmu. Hingga pada akhirnya aku,ibu yang penuh derita ini hidup terasing tanpa kalian.

Apakah kalian merindukanku anakku..?
Apakah mereka memperlakukanmu dengan baik setelah perpisahan kita..? Aku merindukan kalian..merindukan kehangatan tawa dan tangis kalian..Rindu,teramat rindu,hingga mengkikis hati kecilku.
Aku akan sabar. Sabar menanti waktu yang panjang untuk kepulangan kalian kepadaku anakku..
Aku ikhlas anakku,ikhlas sudah dengan perbuatan mereka yang telah merampas kalian dari dalam pelukanku,aku ibumu yang mengandung dan melahirkan kalian.


Kamis, 22 Januari 2015

Untuk Bunda Kehilangan Mustika

Saya kehilangan putri sulung saya yg berusia 3.5 tahun..
Meninggal hampir 3 tahun yang lalu..
Saat saya mengandung anak putra ke 3 dan dalam berbagai masalah keluarga yg pelik.
Putri saya meninggal mendadak dg diagnosa meningitis dan saya mendampinginya hingga ia meninggal..bahkan saya yg melepaskan selang2 dari tubuhnya.
Entah kenapa..semua orang bilang..hati saya sudah mati rasa.
Ya saya akui..ditengah rasa kehilangan itu..langkah pertama saya adalah menguatkan diri..
Menyadarkan diri bahwa saya masih memiliki tanggung jawab sebagai ibu dan sebagai istri. Saya harus merawat suami,putri kedua dan kandungan 19 minggu saya.
Perjuangan belum seberapa..
Saya memotivasi diri sendiri..bahwa apa yang ada dimuka bumi ini adalah titipan..bahkan nafas kita ini adalah titipan..ada saat dimana semua harus diambil oleh yang punya..
Pantaskah kita menghakimi diri disaat kita terpuruk?
Rasanya tidak pantas..tidak pantas "protes" kepada allah..sedangkan kita tahu..allah telah memberikan kehidupan yang sungguh bermakna..yang akan dimintai pertanggung jawaban di akherat.
SAYA HARUS KUAT.
Jika langkah pertama telah diambil..saya menguatkan diri..bahwa sabar..ikhlas..bersyukur dan bertawakkal..akan membawa saya kedalam ketenangan.
Alhamdulillah..saya tetap tangguh demi keluarga saya..meski pada akhirnya saya bercerai dengan suami saya..kemudian anak2 saya ikut abahnya.
Kita hanya sebagian kecil dari ciptaan Tuhan.
Kepergian buah hati memberikan saya pelajaran..untuk melepaskan apa yang bukan menjadi hak milik saya.
Saya tak menahan Sang Pemilik untuk mengambilnya..saya bersyukur..kepergiannya justru memudahkan jalan saya menuju surga.
Bersyukurlah bun..berkaca dari pengalaman hidup saya..jangan pernah merasa..bahwa bunda adalah yang sangat kehilangan..semua merasakan..suami..anak..ibu bapak..mertua..semua pasti merasakan..tp jangan menuruti ego kita bahwa kita tidak mengikhlaskan.
2.5tahun saya berada di grup ini..mungkin semua sudah tahu..betapa pahitnya kehidupan saya..tapi saya bersyukur..putri saya berada ditempat yang tepat..
Tanpa rasa sakit..tanpa pahitnya obat dan tanpa stigma orang lain..
Saya bersyukur mendapatkan bidadari kecil yang akan membantu meringankan dosa2 saya.
Saya bersyukur..bahwa hidup saya bisa saya lanjutkan untuk melakukan hal2 terbaik untuk orang2 disekitar saya..
Hidup itu harus diperjuangkan..
Pasrah kepada Allah adalah sebuah harapan..tapi pasrah kepada diri sendiri sama halnya dengan menyerah..
Berdoa..dekatkan diri kepada allah..yakin bahwa allah telah menggenggam tangan kita dengan erat dan allah takkan pernah meninggalkan kita..

Rabu, 21 Januari 2015

Jangan Menangis Ibu...

Jangan menangis ibu...
Telah basah bajumu oleh air mata.
Dan mata ibu yang indah telah sembab dan sungguh
tak sedap di pandang mata.
Ullaika disini bu,sangat dekat dengan ibu.
ibu menunduk dan memejamkan mata,kemudian ibu
akan merasakan,kalau aku ada dalam hati ibu.
Lihat aku bu,tumbuh dengan sempurna...Allah dan
malaikat serta bidadari surga,telah menjaga dan
merawatku dengan sangat baik dan mulia...
Bukankah ibu sangat bersyukur dengan keadaanku
yang sekarang ini...
Disini aku sangat bahagia,tanpa rasa sakit,tanpa
perlu melihat kekerasan,sebab dalam surga
Allah,berisi segala hal yang indah,tenang dan
damai.
Jangan tangisi perpisahan kita yang tempo hari
bu,sebab perpisahan itu adalah salah satu
jembatan,dimana nanti kita akan dipertemukan
disuatu tempat yang indah,dimana kita akan
berkumpul dalam kebahagiaan bu...
Segera hapus air matamu bu,ibu berada jauh dari
orang-orang yang seharusnya memeluk ibu disaat-
saat seperti ini.
ibu harus kuat,demi impian dan cita-cita ibu,demi
harapan yang telah ibu susun.
Aku sedih,jika ibu menangis seperti ini,bertahanlah
ibu....sabar,ikhlas,barsyukur...
Bukankah ibu selalu menguatkan aku...terlebih
disaat ibu memperjuangkan nyawaku,meski pada
akhirnya Allah lebih memilihku untuk menjadi salah
satu perhiasan dalam taman surga...
Bu..."syukuri apa yang ada,hidup adalah
anugerah...." ibu selalu menyanyikan lagu itu
sebelum tidurku...aku selalu ingat akan ibuku yang
kuat,yang tegar,tangguh dan tak pernah putus
asa...
Ibuku yang aku banggakan,yang telah memberiku
dua orang adik yang cantik dan ganteng....
Lihatlah mereka bu...aku selalu memohonkan pada
Allah,untuk memberikan umur
panjang..kebahagiaan,dan juga keselamatan bu..
Ibu jangan cemas...mereka pasti akan baik-baik
saja...
Bangkit dan berjuanglah bu....