Ullaika Salwa Nuraina
(03 Oktober 2008 - 27 Februari 2012)
Gadis kecil nan cantik itu sudahlah pulang.
Aku yang mengantarkannya hingga di ujung jalan sana.
Melepaskan ia untuk kembali pulang dengan derai air mata, ya..ia putri sulungku yang sehat dan lincah.
Aku tak pernah secuilpun berfikir,bahwa ia akan berpulang dengan sebegitu cepatnya.
Hingga waktu 3.5 tahun itu terlewati dengan sangat cepatnya.
Dan 3 tahun sudah aku menjalani hidup tanpanya disisiku,hanya dengan kenangannya saja yang tetap hidup dalam sanubariku.
Ullaika,gadis cantik dengan mata yang selalu berbinar.
Tuhan..
Ijinkanlah hambamu ini meneteskan air mata walau hanya sedetik saja. Bukan air mata berat untuk melepaskannya, namun air mata kerinduan yang akan Engkau sampaikan kepadanya.
Tetes air mata yang penuh dengan doa, doa terbaik seorang ibu kepada buah hatinya.
Ibu melepasmu dengan doa nak.. dan akan selalu hangat dengan pelukan doa ibu, ibu tidak khawatir sayang, sebab ibu tahu..disana kau sudah berbahagia dan bergembira di dalam surga.
Gadis kecil yang baik hati ini meninggalkan jutaan kenangan yang sudah menyatu dalam setiap aliran darahku.
Ia yang selalu menyambutku dengan tawa.
Tawa dan tangis seorang balita.
Akhh..kenapa air mata ini terus saja mengalir..terus saja menganak sungai..membasahi ujung bantalku..
Mulai kehilangan lagi kah..?
Kehilangan sandaran hati..? Kehilangan separuh nyawa..? Kehilangan detak jantung..?
Aku mulai tak mampu menahan emosi jiwaku..
Gadis kecilku.. betapa rindu ini menusuk hatiku.. ia mengoyak lapisan hati ini.. hati yang sempat ia singgahi.
Tuhan.. andai saja semua yang ada dimuka bumi ini tak akan musnah, hancur menguap, mengkikis, membusuk, mati dan menghilang.. mungkin aku masih bersamanya..meski aku dikepung ribuan derita.
Setidaknya aku memiliki kekuatan dahsyat dari prajurit-prajurit kecilku.
Namun,dengan sadar aku memahami..bahwa segala yang ada dimuka bumi ini adalah milikMU Tuhan..
Bahwa semua yang ada dimuka bumi ini adalah pinjaman. Sebuah fasilitas kehidupan yang tak kekal.
Apa yang aku miliki adalah pinjaman dariMU..bahkan nafas dengan oksigen ini adalah pinjaman tanpa syarat dariMU.
Lantas, pantaskah aku mengeluh..
Pantaskah aku menahan sesuatu untuk tetap menjadi milikku, sementara Sang Pemilik mesti mengambilnya di saat yang sudah ditentukan..?
Aku kembalikan Tuhan.. aku kembalikan segalanya hanya kepadaMU dengan ikhlas dan lapang dada.
Terima kasih telah menjadi bagian dalam cerita kehidupanku anakku..
Terima kasih telah melengkapi skenario Tuhan dalam hidup ini.
Aku jadikan kebersamaan waktu dengannya sebagai kesempatan langka yang hanya sekali terjadi dalam hidupku.
Kesempatan langka yang khusus aku nikmati. Aku bersyukur, pernah mengalami kesempatan langka itu, meski dalam jangka waktu yang pendek.
Aku bersyukur, sebab aku beruntung, pernah mengandung,melahirkan, dan merawat bidadari surga nan cantik dan jelita.
Terima kasih Tuhan.. segala nikmat hidup dariMU aku anggap sebagai rahmatmu,untuk menjadikanku wanita yang lebih baik di jalanMU.
Hingga akhir waktuku nanti..aku akan sabar menanti hari dimana aku akan dipertemukan dengan putra putriku..
Aamiin yaa rabb..
♥Kehilangan Mustika♥

Tidak ada komentar:
Posting Komentar