Kamis, 22 Januari 2015

Untuk Bunda Kehilangan Mustika

Saya kehilangan putri sulung saya yg berusia 3.5 tahun..
Meninggal hampir 3 tahun yang lalu..
Saat saya mengandung anak putra ke 3 dan dalam berbagai masalah keluarga yg pelik.
Putri saya meninggal mendadak dg diagnosa meningitis dan saya mendampinginya hingga ia meninggal..bahkan saya yg melepaskan selang2 dari tubuhnya.
Entah kenapa..semua orang bilang..hati saya sudah mati rasa.
Ya saya akui..ditengah rasa kehilangan itu..langkah pertama saya adalah menguatkan diri..
Menyadarkan diri bahwa saya masih memiliki tanggung jawab sebagai ibu dan sebagai istri. Saya harus merawat suami,putri kedua dan kandungan 19 minggu saya.
Perjuangan belum seberapa..
Saya memotivasi diri sendiri..bahwa apa yang ada dimuka bumi ini adalah titipan..bahkan nafas kita ini adalah titipan..ada saat dimana semua harus diambil oleh yang punya..
Pantaskah kita menghakimi diri disaat kita terpuruk?
Rasanya tidak pantas..tidak pantas "protes" kepada allah..sedangkan kita tahu..allah telah memberikan kehidupan yang sungguh bermakna..yang akan dimintai pertanggung jawaban di akherat.
SAYA HARUS KUAT.
Jika langkah pertama telah diambil..saya menguatkan diri..bahwa sabar..ikhlas..bersyukur dan bertawakkal..akan membawa saya kedalam ketenangan.
Alhamdulillah..saya tetap tangguh demi keluarga saya..meski pada akhirnya saya bercerai dengan suami saya..kemudian anak2 saya ikut abahnya.
Kita hanya sebagian kecil dari ciptaan Tuhan.
Kepergian buah hati memberikan saya pelajaran..untuk melepaskan apa yang bukan menjadi hak milik saya.
Saya tak menahan Sang Pemilik untuk mengambilnya..saya bersyukur..kepergiannya justru memudahkan jalan saya menuju surga.
Bersyukurlah bun..berkaca dari pengalaman hidup saya..jangan pernah merasa..bahwa bunda adalah yang sangat kehilangan..semua merasakan..suami..anak..ibu bapak..mertua..semua pasti merasakan..tp jangan menuruti ego kita bahwa kita tidak mengikhlaskan.
2.5tahun saya berada di grup ini..mungkin semua sudah tahu..betapa pahitnya kehidupan saya..tapi saya bersyukur..putri saya berada ditempat yang tepat..
Tanpa rasa sakit..tanpa pahitnya obat dan tanpa stigma orang lain..
Saya bersyukur mendapatkan bidadari kecil yang akan membantu meringankan dosa2 saya.
Saya bersyukur..bahwa hidup saya bisa saya lanjutkan untuk melakukan hal2 terbaik untuk orang2 disekitar saya..
Hidup itu harus diperjuangkan..
Pasrah kepada Allah adalah sebuah harapan..tapi pasrah kepada diri sendiri sama halnya dengan menyerah..
Berdoa..dekatkan diri kepada allah..yakin bahwa allah telah menggenggam tangan kita dengan erat dan allah takkan pernah meninggalkan kita..

2 komentar:

  1. Subhanallaah semoga Allah SWT memberikan kekuatan,kesabaran dan ketabahan untuk Bunda. Saya pun baru kehilangan putri saya Anneyra yg baru berusia 15 bulan tiga bulan yang lalu. Hanya 11 hari dari awal gejala (batuk pilek demam) hingga akhirnya di diagnosa Sepsis di akhir hidupnya. Masih terasa berat hingga sekarang, krn rindu yg sangat mendalam. In syaa Allah kita sama sama mendo'akan ya, Bun....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kehilangan buah hati merupakan ujian bagi orang tua yang tidak semua orang tua akan mengalaminya.
      Kehilangan yang mengandung banyak hikmah di dalamnya. Semoga selalu bersabar, ikhlas, dan selalu berbaik sangka kepada Allah SWT ya bunda..

      Hapus