Selasa, 03 Maret 2015

Mereka, Separuh Hidup Dan Matiku

Ullaika Salwa Nuraina (03 Oktober 2008 - 27 Februari 2012)
Jilaan Fadiya Anggraini (15 September 2010)
Jibran Raziq Bandealit (12 Juli 2012)

Mereka..kakak beradik,adalah buah hatiku,sebagian dari hidupku yang sempat kelam.
Mereka,yang menjadikanku sosok seorang ibu yang dengan ikhlas menerima takdirnya.
Mereka,yang terlahir dan tumbuh dari jiwa yang luka.
Mereka,yang kini bukan milikku lagi.

Tak ada seorang ibu'pun di dunia ini yang tak menyayangi buah hati yang dilahirkannya,sama halnya dengan aku.
Setelah berbagi darah yang sama,berbagi sari makanan yang sama,berbagi oksigen dan nafas kehidupan yang sama..dua nyawa dalam satu raga dan kini harus terpisah.
Demi Tuhan aku menyayangi mereka,dengan jiwa kelam pun ku pertahankan jiwa raga untuk dapat melahirkannya..mengijinkannya menikmati air susuku..

Mereka yang terlahir dalam sebuah ketidak berdayaan,kerapuhanku dan keputus asaanku..namun aku menyayanginya..
Hingga Tuhan meringankan segala penderitaanku dengan menjemput putri sulungku.
Dan aku mengikhlaskannya pergi,merelakannya kembali surga,merelakannya diasuh bidadari surga.
Tanpa rasa sakit,tanpa kepedihan,tanpa penderitaan di dunia.
Aku sungguh mengikhlaskannya yang pernah terkepung oleh ambisi makhluk Tuhan yang lainnya...

Pergilah sayang..pergilah nak,ibu mengantarkanmu dengan doa,ibu memelukmu dengan bisikan hangat setiap masa,pulanglah dengan tenang nak..bidadari dan malaikat akan senantiasa menjaga dan membimbingmu,memberi kesabaran untukmu untuk menanti pertemuan kita..
Ibu telah merelakan kepergianmu sayang..

Kupertahankan hidup untuk kelanjutan perjuangan kedua buah hatiku yang lain.
Segalanya aku hadapi dengan hati yang mungkin telah mati.
Meski disetiap sakit aku mengobati diriku dengan doa..
Bertahanlah sayang,kalian prajurit kecilku.
Bertahanlah dengan tempaan keras yang akan membuat hidup kalian menjadi lebih kokoh dan takkan melebur.
Meski pada akhirnya kita berjuang masing-masing..
Dan kemudian kita terpisahkan..kita terpisah jarak dan waktu..dengan ruang yang tak tentu posisinya..

Mereka sayang..mereka yang memisahkan jalinan kasih sayang antara ibu dan anaknya..Mereka sayang,yang dengan sombongnya menghina dan mencacj maki aku,ibu kalian ini,setelah bertahun-tahun mereka sakiti lahir dan batinku..batin ibumu,ibu yang mengandung dan melahirkanmu. Hingga pada akhirnya aku,ibu yang penuh derita ini hidup terasing tanpa kalian.

Apakah kalian merindukanku anakku..?
Apakah mereka memperlakukanmu dengan baik setelah perpisahan kita..? Aku merindukan kalian..merindukan kehangatan tawa dan tangis kalian..Rindu,teramat rindu,hingga mengkikis hati kecilku.
Aku akan sabar. Sabar menanti waktu yang panjang untuk kepulangan kalian kepadaku anakku..
Aku ikhlas anakku,ikhlas sudah dengan perbuatan mereka yang telah merampas kalian dari dalam pelukanku,aku ibumu yang mengandung dan melahirkan kalian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar