Selasa, 20 Januari 2015

Sabar, Menanti Hari Pertemuan Denganmu

Hari berganti,lepas terhempas.
Bermacam warna,bergejolak rasa.
Ribuan detik dan waktu yang terlewati.
Hitam,kusam,arang dan jelaga.
Riuh rendah sepi sunyi sendiri dan menanti.
Kerinduan yang menyepuh sebelah hatiku. Melolong
dalam kesedihan dan kepiluan,hingga titik nisbi.
Berbagi raga rasa warna dan aroma.
Menikmati kebersamaan yang unik,yang terbentuk
suci dalam hati.
Ingin bangkit ketika ku terjepit.
Ingin berteriak ketika jiwa tak mau beranjak.
Menghalau segala bentuk pedih yang menikam jiwa.
Segala kehilangan yang memutuskan aortaku. Hingga
aku terbenam,tak tampak,tak terlihat.
~» Ndhuk,ibu hitung dengan jari,bulan ini sudah menginjak bulan ke 35 sejak Allah menjemputmu.
Dan beberapa hari ini,ibu sangat
merindukanmu.
Ada rasa yang menyeruak kedalam bathin ibu.
Perasaan yang hanya Kau dan Ibu yang tahu. Itu
rasa kita,jalinan bathin kita. Hanya kita berdua
yang bisa merasakannya...
Ya..sebelas bulan yang lalu,kita masih bisa bersama-
sama ke tempat Mbah Buyut,kemudian menikmati
liburan kita. Dan ibu lihat,betapa kau menikmati
perjalanan itu.
Kini,kau justru menikmati kehidupan yang sungguh
luar biasa indah..
Tak ada rasa sakit,tak ada kesedihan,tak ada
orang-orang jahat yang akan menyakitimu dan
pastinya,Allah menciptakan tempat ternyaman
untukmu.
Maaf ya sayang..ibu masih belum bisa memindahkan
makam'mu untuk dekat dengan ibu,banyak hal dan
pertimbangan yang mesti ibu dan abah kembali
pikirkan.
Tapi percayalah sayang,doa dan kasih sayang ibu
tak pernah terpisah dan terlepas begitu saja..
Kita tetap satu,kita tetap bersama,dan kau sangat
dekat dihati ibu.
Ibu selalu sabar ndhuk,menanti hari-hari menuju
saat pertemuan kita kelak.
Ibu takkan pernah bosan untuk menantikan saat
terindah itu Ndhuk...
Ibu takkan pernah lelah untuk selalu melewati hari-
hari dan cobaan berat demi kalian semua,anak-
anak ibu.
Yakinlah,bahwa impian seluruh ibu dimuka bumi ini
adalah kebahagiaan dunia dan akherat bagi anak-
anaknya..
Terlebih,untuk kalian,anak-anak ibu semua..
Ibu sangat menyayangi kalian semua.
Berharap besar,kelak di akherat nanti,kita akan
senantiasa bersama menuju pintu surga.
Tak ingin terpisah lagi dengan kalian..
Ibu ingin,kita menjadi satu..itulah impian ibu.
Setelah terkuras habis semua isi tentang
kesedihan,ibu berjuang tuk mengisi kembali dengan
keikhlasan,dengan kesabaran dan ungkapan syukur.
Semua demi kamu Ndhuk,demi hari pertemuan kita
nanti.
Sungguh tak terbayangkan,bagaimana kelak jika
kita saling bertatap muka.
Membayangkan kau tumbuh menjadi Bidadari nan
cantik jelita..bidadari yang mulia dan baik
hatinya..:)
Doakan ibu sayang..doakan ibu agar senantiasa kuat
menjalani hari-hari yang berat ini.
Doakan dari sana,agar adik-adik tumbuh sehat dan
panjang umur.
Agar kelak,mereka bisa menjaga ibu dan abah,
disisa usia ibu dan abah nanti..
Kuatkan ibu sayang..walau hanya dengan mimpi-
mimpi malam..
Malam ini,esok dan seterusnya..hingga kelak di hari
perjumpaan kita..
#Peluk erat anak sulungku..Ullaika..:)
Ibu kangen banget nak sama kamu,yang
pintar,lucu,istimewa dan baik hati..:)
Allah SWT memang tak salah dalam memilih
perhiasan dan bidadari,untuk tinggal di Surga'NYA..
Allah SWT memilih malaikat kecil yang sangat tepat.
Yaa Rabb..hamba titipkan putri hamba dengan
ikhlas..jagalah ia Yaa Rabb..jaga hati'nya untuk
senantiasa mulia dan ikhlas berbagi..
Engkau lebih tahu,sedalam mana kerinduan dan
kasih sayang ini..juga harapan dimasa depan kami
kelak..
Aamiin..:'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar